Kekhasan

Program Kekhasan

Keunggulan Kami

Salah satu yang terbesar di antara 88 pesantren di Sulawesi Tengah itu adalah Pondok Pesantren Al-Khairat. Pesantren ini sering kali disebut sebagai “Gontor-nya Sulawesi”. Karena sistem kurikulum dan pengelolaannya sangat mirip. Jaringan alumni dan cabangnya pun luas. Pesantren ini kalau berdasarkan kategori Kemenag merupakan pesantren modern yang penyelenggaraannya dalam bentuk dirásatu ‘l-islámiyah dengan metode pendidikan al-mu’allimín. Namun akan nampak berbeda bila dilihat secara detail berdasarkan perspektif Nurcholish Madjid. Menurut Cak Nur (sapaan akrab Nurcholish Madjid) dalam Bilik-bilik Pesantren, jenis pesantren terbagi menjadi empat. Pertama, pesantren yang penuh semangat mengimplementasikan pengelolaannya melalui sistem yang kompatibel dengan semangat modernitas. Kedua, pesantren yang sudah mulai melek kemajuan zaman namun tetap mempertahankan sebagian tradisi yang dianggap penting. Ketiga, pesantren yang semangatnya adalah tradisionalisme namun tetap berusaha menyemainya dengan modernitas. Keempat, pesantren yang sama sekali anti-pati terhadap gegap gempita modernisasi. Berdasarkan kategori ini, pesantren Al-Khairat sebenarnya adalah pesantren kategori ketiga. Semangatnya adalah tradisionalisme hanya penyelanggarannya yang menggunakan metodemetode modern. Kategorisasi ini didasarkan pada dominannya pengaruh tradisi Arab-Hadlramaut yang dibawa langsung oleh pendirinya, Habib Idrus bin Salim Aljufri. Di sinilah perbedaan Al-Khairat dengan PPICI. PPICI tampil sebagai pesantren kategori kedua. Semangat yang dibangunnya adalah modernisme sembari tetap mengambil sebagian dari tradisi lama pesantren yang dianggap penting. Di antaranya yang akan diadopsi dari tradisi pesantren saláf adalah attitude kesantrian (ádábu ‘l-muta’allím), metode memahami teks-teks keislaman yang berbahasa Arab (sorogan dan bandongan di bidang nahwusharráf), dan sistem kemadzhaban ahlu ‘sunnah wa ‘l-jamá’ah dalam perihal ‘ubúdiyah. Adapun semangat modernisme yang akan diterapkan dalam PPICI nanti adalah upaya melakukan rekonstruksi pemahaman keislaman yang pro terhadap—dan bahkan mendukung—segala bentuk gerakan perubahan menuju ke arah kemajuan dan perdamaian abadi. Pesantren ini akan mengintegrasikan keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan

Jadwal Kegiatan

Keunggulan PPICI

1

Fasilitas lengkap meliputi: asrama putra dan putri, aula, laboratorium tafsír, mimbar para huffádh, perpustakaan, koperasi santri, bus antar jemput sekolah

2

Beasiswa full untuk anak berprestasi, putra/putri KAHMI Sulawesi Tengah, anak yatim, dan anak dari keluarga kurang mampu

3

Terdapat tiga ruang keberminatan sesuai minat dan bakat santri di bidang: Tahfídh, Tafsír, dan Tijároh

Para santri yang berhasil menyelesaikan satu tahun kelas isti'dád bebas memilih di antara tiga keberminatan tersebut

4

Pengasuh dari Universitas Madinah, Saudi Arabia dan para tenaga pengajar dari berbagai alumni pesantren dan kampus ternama di Indonesia

Masing-masing memiliki kecakapan di bidang tafsír, tahfídh dan tijároh

5

Kerja sama sekolah formal dengan Sekolah Sukma Bangsa Palu

Kerjasama proses belajar mengajar antara SMA Sukma Bangsa Sigi dengan Madrasas Aliyah PPICI. Mutual-benefit antara dua lembaga

6

Hanya diperuntukkan lulusan SMP/MTs

7

Masa belajar selama empat tahun

Satu tahun awal adalah kelas isti'dád fokus mempelajari gramatika Bahasa Arab dan akhlak. Tiga tahun berikutnya penjurusan sesuai minat dan bakat

8

Lulusan terbaik akan memperoleh beasiswa lanjutan, baik di dalam maupun luar negeri sesuai dengan prestasi

8 Kelebihan Unggulan PPICI

Lokasi Pondok Pesantren Insan Cita Indonesia